Yuhuuuuuu, ini dia MADING EDISI SPECIAL MUSLIM FAIR 2012 ^^
FKIA emang keceeee, ow meeenn :P
Blog ini adalah tempat untuk berbagi ilmu, menorehkan kenang-kenangan selama perjuangan, dan yang jelas ini adalah bukti kalau ARSITEKTUR "masih" memiliki sebuah ruangan di pojok gedung C lantai 2 yang berfungsi sebagai MUSHOLLA sekaligus BASECAMP ROHIS ARSITEKTUR UNDIP. 'Kami masih ada. Masih bergerak dan mungkin tengah bersiap untuk BERLARI' FORUM KAJIAN ISLAM ARSITEKTUR "FKIA" TEKNIK ARSITEKTUR, UNIVERSITAS DIPONEGORO
Rabu, 26 Desember 2012
Ayo penuhi HAK SESAMA MUSLIM :)
Bismillaah..
Assalamu'alaykum Wr. Wb..
Girlsss....
Masing An - Nisa FKIA kembali mengguncang kampus JAFT nih, hehehehe.
Ini emang bukan hasil karya akhwat kece FKIA, tapiiiiii tetap aja, mereka ada usaha buat menggabungkan komik-komik super lucu ini jadi satu daaaaaan mencetaknya buat nemplok di mading FKIA tercinta ^^
Yuhuuu, sedikit bahas tentang hak sesama muslim nih ya..
Udah cukup jelas banget deh kayaknya di poster itu.
Kadang kita lupa akan hak sesama muslim, kita lebih sering menuntut untuk di penuhi keinginannya daripada memenuhi hal orang lain dan menjalankan kewajiban kita. hem, emang manusia. hehehe...
Ini dia hak teman-teman muslim kita..
1. Jenguk dia ya kalau sakit, jangan lupa di doakan sahabatnya.
Pengen kan kalau kita lagi sakit, ada temen-temen yang hebring nyamperin kosan kita..?? Nah kita mulai dulu aja rajin jengukin temen-temen kita yag sedang di sayang Allah itu ^^, okok
2. Kalau dia bersin, jangan lupa di doaian yaaa...
Subhanallah banget yak Islam itu. mengatur semua sendi kehidupan dengan sangat amat SEMPURNA... Salam itu doa, snyum itu ibadah, bersin juga doa..Subhanallah..
Makanya jangan lupa kalau bersin bilang "alhamdulillah", karena semua kuman bakteri penyakit telah keluar dengan sendirinya. Dan bagi teman yang mendengar, jangan lupa di balas doanya dengan bilang "yarhamukallah". Gampang kan..?? :)
3. Point ketiga ini adalah menghadiri undangan dari sesama muslim.
Asal undangannya ke hal positif aja sih hayuk- hayuh ajah yah, hehehehe... Lumayan buat anak kost, bisa dapet gratisan, hehehehe..
4. Yang keempat ini udah sedikit di omongin tadi, soal jawab salam. Yuhuuuu, kita itu wajib loh, WAJIB menjawab salam saudara kita yang muslim ya tapi, hehehe... Kalau ada yang salam cuman sepotong doang, jangan di bales sepotong doang juga. Kita kudu jawab salamnya yang lengkap. Okok. kan air susu di balas susu jahe, lhoh :P
5. Point terakhir nih guys..
Ikut menganatarkan jenazah saudara kita. Sebenarnya gak hanya mengantarkan sih, lebih kecenya itu ikut menyolati, mengurus hingga akhir jenazah saudara muslim kita..^^ Ingatloh, ziarah kubur itu adalah guru paling berharga buat kita mengingat kematian... Jangan lupa doakan terus yaaa ^^
Yuhuuuu, udah lengkap tuh 5 hal sesama muslim..
Yah walaupun bahasnya cuman seupil-upil, semoga bisa bermanfaat ya ukhtiy ^^..
Sekian dulu dah isi mading An-Nisa FKIA edisi kali ini, kapan-kapan kita lanjut lagi ya cyin,,,
Wassalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakatu..
Minggu, 23 Desember 2012
IT'S COMING... ^^
JILBAB DAY TELAH DATANG... ^^
Assalamu'alaykum Wr Wb...
Bismillaah
Yuhuuuu, akhirnya terbit juga keputusan bersama kalau JILBAB DAY @ JAFT bakal di mulai SEMESTER GENAP dan tiap HARI KAMIS..
Semoga dengan begitu, cewek-cewek JAFT yang kece akan semakin sholihah.
Menjadi seorng arsitek yang penuh seni, menjadi seorang istri yang sholihah dan menjadi sosok ibu yang penuh kelembutan.
SEMANGAT cewek-cewek JAFT... :)
Assalamu'alaykum Wr Wb...
Bismillaah
Yuhuuuu, akhirnya terbit juga keputusan bersama kalau JILBAB DAY @ JAFT bakal di mulai SEMESTER GENAP dan tiap HARI KAMIS..
Semoga dengan begitu, cewek-cewek JAFT yang kece akan semakin sholihah.
Menjadi seorng arsitek yang penuh seni, menjadi seorang istri yang sholihah dan menjadi sosok ibu yang penuh kelembutan.
SEMANGAT cewek-cewek JAFT... :)
Kamis, 20 Desember 2012
Arsitektur Makam?
Tahu ini bangunan apa? Yup, sesuai judulnya yang menyebut-nyebut makam, bangunan ini memanglah salah satu makam yang berada di Bukhara, Uzbekistan. Ga keliatan kan, itulah uniknya arsitektur makam, tapi admin ga mau lama-lama nih basa basi menjelaskan arsitektur makam (berhubung belum punya ilmunya :p), biar diri kita masing-masing yang membuat definisi apa itu arsitektur makam.
Makam Samanids
Dari
semua bangunan abad pertengahan di Bukhara, Makam Samanids adalah salah satu
karya menarik yang terkenal di dunia arsitektur yang dibangun pada akhir abad
ke sembilan.. Makam ini didirikan sebagai sebuah kriptus keluarga setelah kematian
ayah Ismail Samani. Yang kemudian, Ismail Samani sendiri dan Hasr, cucunya,
juga dimakamkan di dalamnya,
Sangat
menarik untuk dicatat bahwa mendirikan kriptus bertentangan dengan hukum yang
ada pada saat itu, yaitu larangan mendirikan setiap post-mortem pada monumen makam umat Muslim. Namun, larangan itu
sendiri tidak diindahkan di pertengahan abad ke sembilan oleh salah satu
khalifah, khususnya pada makam as-Suli-biya. Ismail Samani sendiri hanya
meneruskan contoh yang telah ada.
![]() |
Makam
Samanids mengungkapkan kejeniusan desain polos yang terlihat dalam komposisi
dan desain seimbang pada fasad dan interiornya, desain arsitekturnya sangatlah
unik.
Monumen ini,
bangunan massanya terdiri dari kubah semi-bulat yang terletak di atas sebuah kubus.
Semua fasad identik dan ditandai dengan tiga kuartal kolom kubah di sudut-sudutnya.
Terdapat angker atas dan pintu masuk utama dengan garis pemisah horisontal.
Bagian tengah ditandai dengan susunan teratur batu bata yang membentuk pola
horisontal, vertikal, dan diagonal pada dinding. Ada juga details yang terlihat dalam bentuk disk atau mawar. Analisis
menunjukkan bahwa semua elemen yang ada di Makam Samanids ini berbasiskan pada
bentukan kotak dan diagonal: unsur-unsur yang membentuk garis geometris, penyatuan
yang sama terlihat pada bentuk arsitektur dan susunan batu bata di interiornya.
Bangunan ini
berhutang banyak pada arsitektur pra-lslam Soghdian, yang menggunakan komposisi
empat lengkungan kubah dan mengurangi bentuk di bagian atas bangunan, termasuk
disk dan mawar pada kolom dekorasi (seperti juga dapat terlihat di bagian
antara kubah dan drum interiornya). Meskipun bangunan ini terhubung dengan
arsitektur pra-Islam, Makam Samanids juga mengantisipasi munculnya gaya
arsitektur baru dengan dimensi yang relatif kecil.
Layaknya sebuah makam, Makam Samanids yang megah dan penuh perasaan juga mengingatkan kita pada kehidupan yang ada setelah kehidupan yang fana ini.
Bukhara, Uzbekistan
Bukhara Kota Peradaban Islam
BUKHARA, salah satu kota penting dalam sejarah peradaban Islam, merupakan kota yang dikenal sebagai gudang pengetahuan. Bahkan sastrawan Iran, Ali Akhbar Dehkoda menjuluki Bukhara sebagai “pemilik pengetahuan” dan “sumber pengetahuan”.
Bukhara juga sebagai tanah kelahiran sederat ilmuwan besar. Di antara tokoh-tokoh besar asal Bukhara itu, antara lain Imam Bukhari dan Ibnu Sina. Mereka telah memberi kontribusi yang besar bagi perkembangan agama Islam dan ilmu pengetahuan di Bukhara. Pada era keemasan Dinasti Samanid, Bukhara juga menjadi pusat intelektual dunia Islam. Saat itu, di kota Bukhara bermunculan madrasah-madrasah yang mengajarkan ilmu pengetahuan. Dinasti Samanid pun mulai memperbaiki sistem pendidikan umum.
(Ibnu Sina, salah satu tokoh kenamaan muslim asal Bukhara yang diakui dunia)
Di setiap perkampungan berdiri sekolah. Keluarga yang kaya-raya mendidik putera-puterinya dengan sistem home schooling atau sekolah di rumah. Anak yang berusia enam tahun mulai mendapat pendidikan dasar selama enam tahun. Setelah itu, anak-anak di Bukhara bisa melanjutkan studinya ke madrasah. Pendidikan di madrasah dilalui dalam tiga tingkatan, masing-masing selama tujuh tahun.
Keseluruhan pendidikan di madrasah harus ditempuh selama 21 tahun. Para siswa mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, mulai ilmu agama, aritmatika, jurisprudensi, logika, musik, serta puisi. Geliat pendidikan di Bukhara itu telah membawa pengaruh yang positif dalam penyebaran dan penggunaan bahasa Persia dan Uzbek. Tak heran, kemampuan penduduk Bukhara dalam menulis, menguasai ilmu pengetahuan serta keterampilan berkembang pesat.
Di tanah Bukahara pun kemudian lahir sederet ulama dan ilmuwan Muslim termahsyur. Nama Bukhara berasal dari bahasa Mongol, yakni ‘Bukhar’ yang berarti lautan ilmu. Kota penting dalam jejak perjalanan Islam itu terletak di sebelah Barat Uzbekistan, Asia Tengah. Wilayah itu, dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan Wa Wara’ an-Nahr atau daerah-daerah yang bertengger di sepanjang Sungai Jihun. Letak Bukhara terbilang amat amat strategis, karena berada di jalur sutera.
Tak heran, bila sejak dulu kala Bukhara telah menjelma menjadi pusat perdagangan, ilmu pengetahuan, budaya, dan agama. Di kota itulah bertemu pedagang dari berbagai bangsa di Asia barat termasuk Cina. Ciri khas arsitektur bangunan yang indah dengan design dari abad 18 merupakan tempat perdagangan dan masih tampak seperti bangunan asli. Mereka berdagang seperti yang dahulu telah dilakukan leluhur mereka ratusan tahun yang lalu. Perdagangan adalah kehidupan pada masyarakat Bukhara.
Berdagang adalah kehidupan masyarakat di Bukhara. Pagi hari tidak terlalu dini juga bagi mereka untuk memulai berdagang bahkan banyak di antara mereka yang masih remaja dan anak-anak. Semangat mereka sangat tinggi dan mereka siap berkapitalisasi untuk melakukan penjualan. Pedagang dari Asia Barat dan Cina bertemu di kota itu.
Di kota Bukhara pun berkembang bisnis pembuatan kain sutera, tenunan kain dari kapas, karpet, katun, produk tembaga, dan perhiasan dari emas serta perak dengan berbagai bentuk. Bukhara pun kesohor sebagai pasar induk yang menampung produk dari Cina dan Asia Barat. Selain itu, karena berada di sekitar Sungai Jihun, tanah Bukhara pun dikenal sangat subur. Buah-buahan pun melimpah. Kota Bukhara terkenal dengan buah-buahan seperti Barkouk Bukhara yang terkenal hampir seribu tahun.
Geliat bisnis dan perekonomian pun tumbuh, tak heran, bila kemudian nama Bukhara makin populer. Salah satu yang merusak hal ini adalah masa Uni Sovyet abad 20 Perdagangan besar Bukhara disingkirkan oleh Sovyet. Namun, sekarang mulai berkembang dan diserahkan lagi sepenuhnya pada pemerintah. Perdagangan adalah darah masyarakaat Bukhara. Bukhara di Era Modern meski masa kejayaannya telah berlalu pada abad ke-13 M, Bukhara masih memegang peranan yang penting di abad ke-19 M. Pada tahun 1833, Bukhara tetap menjadi bagian yang penting dalam kehidupan keagamaan dan budaya di kawasan tersebut. Madrasah-madrasah di Bukhara masih terkenal hingga ke Turkistan.
Pelajar-pelajar dari Khiva, Kokand, Gissar bahkan dari Samarkand dan kawasan Tatar berbondong-bondong belajar ke Bukhara. Ada sebanyak 60 madrasah di Bukhara yang sukses maupun kurang sukses. Memasuki era modern, Bukhara berada di bawah kekuasaan Rusia. Bukhara pun dijadikan semacam bidak catur dalam ‘permainan besar’ antara Rusia dengan Inggris. Kota itu benar-benar merdeka selama revolusi komunis. Namun, Bukhara akhirnya masuk dalam kekuasaan Uni Soviet. Rusia yang mendukung Uzbekistan atas Tajiks menyerahkan kota yang secara tradisional berbahasa dan berbudaya Iran, yakni Bukhara dan Samarkand kepada Uzbekistan. Sumber : ilmuwan islam.com/berbagai macam sumber/ Tria Dianti
Source:
http://www.jurnas.com/news/6882/Bukhara_Kota_Peradaban_Islam/224/Sosial_Budaya
BUKHARA, salah satu kota penting dalam sejarah peradaban Islam, merupakan kota yang dikenal sebagai gudang pengetahuan. Bahkan sastrawan Iran, Ali Akhbar Dehkoda menjuluki Bukhara sebagai “pemilik pengetahuan” dan “sumber pengetahuan”.
Bukhara juga sebagai tanah kelahiran sederat ilmuwan besar. Di antara tokoh-tokoh besar asal Bukhara itu, antara lain Imam Bukhari dan Ibnu Sina. Mereka telah memberi kontribusi yang besar bagi perkembangan agama Islam dan ilmu pengetahuan di Bukhara. Pada era keemasan Dinasti Samanid, Bukhara juga menjadi pusat intelektual dunia Islam. Saat itu, di kota Bukhara bermunculan madrasah-madrasah yang mengajarkan ilmu pengetahuan. Dinasti Samanid pun mulai memperbaiki sistem pendidikan umum.
(Ibnu Sina, salah satu tokoh kenamaan muslim asal Bukhara yang diakui dunia)
Di setiap perkampungan berdiri sekolah. Keluarga yang kaya-raya mendidik putera-puterinya dengan sistem home schooling atau sekolah di rumah. Anak yang berusia enam tahun mulai mendapat pendidikan dasar selama enam tahun. Setelah itu, anak-anak di Bukhara bisa melanjutkan studinya ke madrasah. Pendidikan di madrasah dilalui dalam tiga tingkatan, masing-masing selama tujuh tahun.
Keseluruhan pendidikan di madrasah harus ditempuh selama 21 tahun. Para siswa mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, mulai ilmu agama, aritmatika, jurisprudensi, logika, musik, serta puisi. Geliat pendidikan di Bukhara itu telah membawa pengaruh yang positif dalam penyebaran dan penggunaan bahasa Persia dan Uzbek. Tak heran, kemampuan penduduk Bukhara dalam menulis, menguasai ilmu pengetahuan serta keterampilan berkembang pesat.
Di tanah Bukahara pun kemudian lahir sederet ulama dan ilmuwan Muslim termahsyur. Nama Bukhara berasal dari bahasa Mongol, yakni ‘Bukhar’ yang berarti lautan ilmu. Kota penting dalam jejak perjalanan Islam itu terletak di sebelah Barat Uzbekistan, Asia Tengah. Wilayah itu, dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan Wa Wara’ an-Nahr atau daerah-daerah yang bertengger di sepanjang Sungai Jihun. Letak Bukhara terbilang amat amat strategis, karena berada di jalur sutera.
Tak heran, bila sejak dulu kala Bukhara telah menjelma menjadi pusat perdagangan, ilmu pengetahuan, budaya, dan agama. Di kota itulah bertemu pedagang dari berbagai bangsa di Asia barat termasuk Cina. Ciri khas arsitektur bangunan yang indah dengan design dari abad 18 merupakan tempat perdagangan dan masih tampak seperti bangunan asli. Mereka berdagang seperti yang dahulu telah dilakukan leluhur mereka ratusan tahun yang lalu. Perdagangan adalah kehidupan pada masyarakat Bukhara.
Berdagang adalah kehidupan masyarakat di Bukhara. Pagi hari tidak terlalu dini juga bagi mereka untuk memulai berdagang bahkan banyak di antara mereka yang masih remaja dan anak-anak. Semangat mereka sangat tinggi dan mereka siap berkapitalisasi untuk melakukan penjualan. Pedagang dari Asia Barat dan Cina bertemu di kota itu.
Di kota Bukhara pun berkembang bisnis pembuatan kain sutera, tenunan kain dari kapas, karpet, katun, produk tembaga, dan perhiasan dari emas serta perak dengan berbagai bentuk. Bukhara pun kesohor sebagai pasar induk yang menampung produk dari Cina dan Asia Barat. Selain itu, karena berada di sekitar Sungai Jihun, tanah Bukhara pun dikenal sangat subur. Buah-buahan pun melimpah. Kota Bukhara terkenal dengan buah-buahan seperti Barkouk Bukhara yang terkenal hampir seribu tahun.
Geliat bisnis dan perekonomian pun tumbuh, tak heran, bila kemudian nama Bukhara makin populer. Salah satu yang merusak hal ini adalah masa Uni Sovyet abad 20 Perdagangan besar Bukhara disingkirkan oleh Sovyet. Namun, sekarang mulai berkembang dan diserahkan lagi sepenuhnya pada pemerintah. Perdagangan adalah darah masyarakaat Bukhara. Bukhara di Era Modern meski masa kejayaannya telah berlalu pada abad ke-13 M, Bukhara masih memegang peranan yang penting di abad ke-19 M. Pada tahun 1833, Bukhara tetap menjadi bagian yang penting dalam kehidupan keagamaan dan budaya di kawasan tersebut. Madrasah-madrasah di Bukhara masih terkenal hingga ke Turkistan.
Pelajar-pelajar dari Khiva, Kokand, Gissar bahkan dari Samarkand dan kawasan Tatar berbondong-bondong belajar ke Bukhara. Ada sebanyak 60 madrasah di Bukhara yang sukses maupun kurang sukses. Memasuki era modern, Bukhara berada di bawah kekuasaan Rusia. Bukhara pun dijadikan semacam bidak catur dalam ‘permainan besar’ antara Rusia dengan Inggris. Kota itu benar-benar merdeka selama revolusi komunis. Namun, Bukhara akhirnya masuk dalam kekuasaan Uni Soviet. Rusia yang mendukung Uzbekistan atas Tajiks menyerahkan kota yang secara tradisional berbahasa dan berbudaya Iran, yakni Bukhara dan Samarkand kepada Uzbekistan. Sumber : ilmuwan islam.com/berbagai macam sumber/ Tria Dianti
Source:
http://www.jurnas.com/news/6882/Bukhara_Kota_Peradaban_Islam/224/Sosial_Budaya
Senin, 03 Desember 2012
Sabtu, 24 November 2012
KETANGGUHAN YANG LUNTUR KARENA KELEMBUTAN THAHA
Bismillaah..
Assalamu'alaykum Wr Wb...
Semoga gak bosen deh belajar secuil-cuil dari temen-temen FKIA yang emang ilmunya masih cetek banget..sama banjir di Jakarta juga cetekan ilmu anak FKIA, hehehe..
Kali ini, kita bakal membahas yang KERAS DAN TANGGUH, apaan tuuuhh..??? (satu mata di tutup sambil melongo dan nunjuk depan,,,*berasa apaaaa gitu, hehehe)
Kita bakal bahas tentang MASUK ISLAMNYA SAHABAT TERKERAS, UMAR BIN KHATTAB ra..
Ternyata, bener banget yak, kekerasan itu bisa lumer luluh lantah dengan yang namanya KELEMBUTAN. Ciyuusss..??? Enelan deh qaqa, *mendadak alaymode.on =,=
Gimana enggak, Umar yang sekeras itu, apa-apa bunuh apa-apa bunuh gitu, ternyata masuk Islam karena mendengar kelembutan isi dari Al Qur'an, mendengar keindahan isi dari QS. THAHA..
Hah si Toha indah darimanenye dah..?? hadoooohhh, serah dah serah, biar gak penasaran, baca aja nih kisah masuk islamnya sahabat Umar. Jangan lupa pegang Mushaf juga yak, buka QS THAHA dan rasakan sensasi kelembutannya..THAHA broh THAHA bukan Toha..=,=
Umar bin Khattab ra terkenal sebagai orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sering kali pada awalnya (sebelum masuk Islam) kaum muslimin mendapatkan perlakukan kasar darinya. Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik.
Sampailah kemudian suatu hari, beliau berjalan dengan pedang terhunus untuk segera menghabisi Rasulullah SAW. Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-‘Adawi seraya bertanya:
“Hendak kemana engkau ya Umar ?”,
“Aku hendak membunuh Muhammad”, jawabnya.
“Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad ?”,
“Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?”. Tanya Umar.
“Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu”, kata Abdullah.
Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.
Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya :
“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,
“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja”, jawab mereka
“Pasti kalian telah murtad”, kata Umar dengan geram
“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?”, jawab ipar Umar.
Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah:
“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”
Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan ber-darah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.
Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca :
"Bismillahirrahmanirrahim".
Kemudian dia berkomentar: “Ini adalah nama-nama yang indah nan suci”
Kemudian beliau terus membaca :
طه Hingga ayat :
إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Thaha : 14)
Beliau berkata :
“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.
Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata:
“Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :
“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”. Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.
Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul.
Hamzah bertanya:
“Ada apa ?”.
“Umar” Jawab mereka.
“Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri”.
Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :
“Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab”.
Maka berkatalah Umar : “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah .
Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.
BERANG-BERANG: INSINYUR PEMBUAT BENDUNGAN
Bismillaah..
Assalamu'alaykum Wr Wb..
Kaifa haluk teman2 semua..?? Apa Kabar nih pejuang-pejuang bangunan (ngik..)..??
ALHAMDULILLAH, LUAR BIASA ALLAHUAKBAR..!!!
Pada kesempatan kali ini, temen2 SYIAR FKIA bakal mengupas mahluk-mahluk terdhasyat diptaan Allah yang ternyata merupakan GURU TERHEBAT buat para Arsitek Masa Depan.. Udah gak jaman kali, belajar cuman dari buku yang tebel-tebel, atau cuman bengong dengerin dosen di kampus. Sekarang saatnya belajar dari lingkungan sekitar kita. Lebih pekalah, dan kita akan belajar banyak hal.
Seperti dengan berang-berang. Hewan yang satu ini, cukup jarang terdengar di kalangan anak TK, entahlah karena apa. Padahal namanya terbilang unik ya, karena mengulang kata yang sama persis, hem...*oke mulai gak nyambung...hehehe.
Berang-Berang ternyata sudah menjadi INSINYUR bahkan sebelum ada yang namanya SARJANA TEKNIK,iya kali yak. Yah pokoknya, tulisan kali ini, kita bakal belajar banyak hal dari BERANG-BERANG...
CEKIDOT yaa.. :)
BERANG-BERANG: INSINYUR PEMBUAT BENDUNGAN
Arsitektur adalah bidang di mana konsep seni dan estetika yang ditanamkan Allah dalam diri manusia dapat terlihat. Tapi tahukah Anda, ternyata masih terdapat banyak arsitek di alam ini yang sama terampilnya dengan manusia? Salah satu dari sekian banyak contoh yang ada adalah berang-berang.
Menebang Pohon dengan Gigi dan Cakar
Kisah tentang berang-berang dimulai dengan seekor pejantan dan betina yang pergi untuk membuat sarang baru untuk mereka sendiri. Pasangan berang-berang ini akan membangun rumahnya di atas sungai. Tapi, untuk mengerjakannya, pertama kali mereka harus membendung laju arus sungai. Untuk menahan laju aliran ini mereka menggunakan cara yang sama seperti yang telah dilakukan manusia selama ratusan tahun. Dengan kata lain, mereka membuat bendungan.
Untuk memulai membangun bendungan, pertama-tama mereka harus mendapatkan bahan baku. Bahan baku ini terdiri atas balok kayu dan cabang-cabang pohon. Berang-berang mulai bekerja dengan pergi menuju areal hutan di sekitar sungai. Pertama-tama mereka memakan sedikit dedaunan dari pohon yang mereka temukan. Tapi tugas utama mereka adalah menebang dan mendorong pohon ini hingga roboh. Mereka melakukannya dengan cara menggerogoti batang utama pohon tersebut. Yang menarik di sini adalah mereka menggerogoti kayu sedemikian rupa sehingga ketika pekerjaan menebang berakhir, batang pohon senantiasa roboh ke arah sungai.
Menebang dan merobohkan pohon masih merupakan bagian pekerjaan yang paling sederhana. Selanjutnya, berang-berang memotong pohon tersebut pada cabang-cabangnya. Mereka memulai membangun bendungan dengan meletakkan cabang-cabang tersebut di depan gelondongan kayu terbesar yang telah mereka robohkan sebelumnya. Perlu diketahui bahwa, setiap saat, peralatan yang mereka gunakan hanyalah cakar dan mulutnya saja.
Mereka melakukan pekerjaan menebang pohon dan membangun bendungan dengan penuh kesabaran. Dua ekor berang-berang menebang rata-rata empat ratus pohon per tahun. Mereka memotong-motong pepohonan yang berada agak jauh dari bendungan pada cabang-cabangnya, dan kemudian menyeret potongan-potongan tersebut ke bendungan.
Berang-berang selalu menggunakan gigi depan untuk menggerogoti batang atau cabang pohon. Karena mereka menggunakannya setiap waktu, maka gigi depan ini menjadi tumpul atau rusak. Tetapi rahang berang-berang dibuat dengan memperhitungkan semua hal ini sebelumnya. Gigi depannya yang tajam selalu tumbuh memanjang, layaknya kuku manusia. Demikianlah, Allah Yang Maha Besar, yang menciptakan berang-berang, juga menciptakan gigi mereka sesuai dengan pekerjaan yang harus mereka lakukan.
Tubuh berang-berang didisain sedemikian rupa sehingga memudahkan mereka untuk berenang dan menyelam dalam air. Kakinya berselaput sehingga mudah mengayuh air. Ekor belakangnya berbentuk seperti dayung raksasa, sehingga mereka dapat berenang dengan nyaman dalam air.
Dan Bendungan Pun Terbentuk...
Berang-berang terus saja membangun bendungan mereka dengan penuh semangat. Mereka begitu ahli dalam menyusun batang pohon dan cabang-cabang kecil, dan memperluas bendungan sedikit demi sedikit setiap hari.
Lambat-laun, bendungan menjadi semakin besar sehingga permukaan air yang terbendung di bagian depan pun semakin meninggi. Akhirnya, setelah beberapa bulan bekerja, danau yang besar pun terbentuk. Tapi karena danau bertambah besar, berang-berang harus memperkokoh bendungan tersebut dan memperbaiki kerusakannya. Mereka melakukan tugas berat ini dengan penuh kesabaran. Pemandangan yang muncul sebagai hasil kerja keras selama beberapa bulan ini sungguh menakjubkan. Sebuah bendungan yang sesungguhnya, yang menyerupai buatan manusia, telah terbentuk.
Pada pengamatan lebih dekat, berang-berang membuat bendungan mereka dalam bentuk cekung. Bentuk seperti ini tidak dipilih secara kebetulan. Karena bentuk bendungan yang terbaik menahan tekanan air adalah bendungan yang berbentuk cekung. Faktanya, bendungan pembangkit listrik tenaga air modern yang ada sekarang juga dibangun dalam bentuk cekung.
Singkat kata, berang-berang memiliki pengetahuan tentang konstruksi, yang pada manusia dicapai setelah beberapa waktu, sejak hari pertama dari kehidupan mereka. Lalu, siapakah yang memberikan mereka pengetahuan tersebut? Tidak diragukan lagi, suatu makhluk hidup tidak mungkin memperoleh kemampuan membangun bendungan secara kebetulan. Ia tidak dapat menemukan bentuk bendungan yang akan memiliki daya tahan terkuat dalam menahan tekanan air secara kebetulan, dan ia pun tidak mampu menurunkan kemampuan ini kepada generasi berikutnya. Adalah Allah Yang Maha Besar, yang memberi berang-berang kemampuan yang mereka miliki, yang menciptakan semua makhluk hidup, dan yang memberi ilham atas apa yang mereka lakukan.
Rumah Bertingkat di Atas Air
Tujuan berang-berang membangun bendungan yang besar ini adalah untuk mendapatkan danau dengan air yang tenang di mana mereka dapat membuat sarang. Mereka juga membuat sarang ketika mereka sedang membangun bendungan. Sarang tersebut terletak di salah satu sisi danau, di suatu tempat yang dekat dengan tepian. Sarang ini, yang terlihat seperti gundukan kayu jika dilihat dari atas, ternyata didisain dengan sangat rapi.
Satu-satunya jalan masuk ke dalam sarang adalah dari bawah permukaan air. Untuk mencapainya, haruslah melalui terowongan tersembunyi. Terowongan ini bermuara pada suatu bilik tersembunyi di atas permukaan air. Keluarga berang-berang hidup di bilik yang kering dan aman ini. Sejumlah berang-berang membangun sarangnya dua lantai. Lantai pertama adalah sebagai jalan masuk dan ruang tamu, dan laintai berikutnya sebagai ruang makan dan ruang tidur.
Sarang berang-berang memiliki dua jalan masuk bawah air dan satu lubang angin yang terletak di bagian paling atas. Dalam sarangnya yang luar biasa ini, berang-berang tidak hanya terlindung dari bahaya luar, tapi juga memiliki naungan yang nyaman.
Ilham dari Allah
Danau kecil yang dibentuk berang-berang kadang dapat mencapai kedalaman tiga sampai empat meter. Mereka sebenarnya tidak memerlukan air sedalam ini untuk membangun sarang mereka. Kalau begitu, mengapa mereka membuat danau sedemikian dalam?
Jawaban atas pertanyaan ini tampak nyata pada musim dingin. Pada musim dingin, permukaan air membeku dan membentuk lapisan es yang lumayan tebal. Jika danau tidak cukup dalam, danau akan membeku hingga ke dasar, dan segala yang ada akan memjadi bongkahan es, dan ini akan melumpuhkan kemampuan berang-berang untuk bergerak.
Berang-berang, seolah tahu akan hal ini dan berusaha membuat danau kecil tersebut sedalam mungkin. Dengan demikian, di musim dingin, lapisan air yang tebal tersisa di bawah es. Ini cukup bagi berang-berang untuk dapat bergerak di dalam air dan mendapatkan makan.
Jika seseorang berpikir tentang hal ini, akan jelas bahwa apa yang dilakukan oleh berang-berang sangatlah luar biasa. Makhluk kecil ini berhasil mengerjakan sesuatu yang kebanyakan orang tidak mampu melakukannya tanpa pendidikan dan pelatihan khusus. Jadi, siapakah yang menjadikan mereka mampu melakukan hal ini?
Adalah mustahil mengatakan bahwa berang-berang adalah makhluk yang memiliki kecerdasan istimewa. Jadi, bagaimana binatang kecil ini merencanakan sarangnya dengan terowongan masuk istimewa ke dalam air, dan dilengkapi lubang angin? Bagaimana mereka tahu cara membuat bendungan dengan disain yang sama seperti pusat-pusat pembangkit listrik tenaga air paling modern di dunia?
Pekerjaan-pekerjaan ini jauh di luar jangkauan kecerdasan dan pengetahuan yang dimiliki binatang kecil yang menawan ini. Jelas bahwa ada kekuasaan luar biasa yang memungkinkan mereka melakukan pekerjaan dengan sangat baik.
Allah Yang Maha Besar, yang menciptakan semua makhluk hidup dan mengilhami perilaku berang-berang, juga mengilhami berang-berang untuk membuat bendungan dan sarang mereka yang sempurna. Allah menyatakan Kekuasaan-Nya atas semua makhluk hidup dalam sebuah ayat Alquran: Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada dilangit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk. (QS. Ar-Ruum, 30:26)
Nah udah nambah ilmu kan tentang kebesaran ALLAH dalam menciptakan mahlukNya tanpa celah sedikitpun..?? Jadi, buat para calon arsitek masa depan, jangan sombong bin angkuh dulu deh, kalau belom bisa bikin bendungan sekeren punyanya berang-berang, kalau belum bisa matahin kayu dan ranting pake cakar dan gigi sendiri kaya berang-berang *lhoh...
So, tetap semangat belajar ARSITEKTUR yaaa, tanpa melupakan untuk terus belajar dari SANG AHLI MEMBANGUN ^^
Wassalamu'alaykum Wr Wb
Langganan:
Postingan (Atom)















